Minggu, April 19, 2009
4
Pak SBY mau pilih Amin Rais jadi wakilnya?! Jangan, Pak. Ah, masih mending masa Yusuf Kalla. Klop kok. Kalau yang satunya tadi eranya sudah rampung. Yang reformasi itu. Kuatir juga sih. Aku masih yakin SBY yang memimpin. Mudah-mudahan wakilnya sepadan. Ah, gak tahu lah. Cuma tanggapan spontan waktu baca judul di Detikcom siang tadi. Sekarang ingin cerita tentang film Lilo & Stitch ada yang perlu dicontoh. Sedikit masukan buat bangsa ini.

Film kartun yang berkisah tentang mahluk percobaan di galaksi antariksa, Stitch yang secara tidak sengaja diasuh oleh sebuah keluarga. Tepatnya dua orang kakak beradik yang sudah tidak memiliki orang tua. Sang kakak, Nany dengan banyak kesibukannya masih direpotkan dengan kelakuan adiknya, Lilo yang memang masih perlu bimbingan. Terlebih kehadiran Stitch menambah kacau suasana.

Ada yang menarik di sini. Ada seorang petugas sosial dari pemerintah yang bertugas sebagai pemantau perkembangan anak. Di sepanjang film tampak si dia memantau beberapa aspek. Mulai dari lamanya Lilo bersama, atau mendapat perhatian dari kakaknya yang notabene kudu jadi ibu sekaligus bapak. Terus, penilaian pekerjaan sebagai sumber penghidupan. Juga pendidikan dasar apa saja yang diajarkan untuk Lilo. Ada di salah satu segmen film di mana pekerja sosial akan membawa Lilo agar bisa dididik dan dirawat sebagaimana mestinya, karena Nany dianggap tidak becus.

Pemerintah kita apa sampai seperti itu ya? Pengawasan hampir 24 jam demi terjaminnya kualitas kaum muda yang nantinya negara jelas akan berharap kepadanya. Mungkin ada. Di pulau-pulau kecil daerah pedalaman sering diberitakan Indonesia bekerja sama dengan badan-badan sosial dunia untuk hal-hal tersebut. Alhamdulillah. Di kota besar apa butuh itu? Jelasnya! Cerita keluarga di TV banyak anak yang terjerumus ke pergaulan bebas gara-gara dicuekin ortunya yang sibuk bekerja.

Sepertinya memang kudu ada. Namun jangan pesimis. Kak Seto masih ada di negeri kita. Harapan kita, hanya inginkan regenerasi atau pengkaderan agar orang-orang seperti beliau tetap ada dan terus bertambah. Indonesia tidak maju dari para pemimpin yang sekarang, namun dapat berkembang pesat lebih karena kaum muda yang hebat-hebat yang kuat menjunjung negeri ini untuk digantungkan ke puncak tertinggi.

Di akhir cerita. Nany mendapatkan kembali hak asuh atas adiknya yang telah dicabut. Happy Ending.

4 comments:

  1. Begitulah film-film yang diproduksi di luar (baca: Hollywood). Selalu ada pesan yang ingin disampaikan. Bahkan propaganda sekalipun bisa disampaikan lewat film. Di Indonesia? Hmmm.... ada sih.. tapi koq masih bisa ngitung pake jari tangan sebelah ya...
    BTW jago juga sampai bisa memikirkan hal itu dari film kartun. Keren bro...
    Salam

    BalasHapus
  2. wahhh
    keren neh filmnya yaaa

    :)

    BalasHapus
  3. emang seru tuh film..
    klo di indonesia kayanya agak susah klo mau seperti di film he..he..

    BalasHapus
  4. Setiap film biasanya ada pesan moral yg disampaikan.

    Seandainya saja di Indonesia anak-anak diperhatikan & dipantai seperti itu, para orang tua tidak perlu terlalu cemas lagi, karena ada lapis kedua lapis ketiga lapis keempat yg bisa menjaga anak-anak.

    BalasHapus

Alhamdulillah jadi juga satu artikel lagi. Buat yang penasaran pengen komeng. Jangan ke sini. Tapi kalau penasaran pengen komen, yuk mari...

 
//add jQuery library