Untuk menengah ke bawah ni. Aku mo mengulas tentang tempat makan baksoku di Tegal, kampung halamanku. hehehe... Yang mana yang bener-bener dalam harapanku enak, gak mengkhawatirkan dan murah! Letaknya di tepi jalan Werkudoro depan Pasar Langon, dekat minimarket Kita. Bisa sobat liat pada foto di atas ini.
bentar ke rumah makan agak besar dikit, "Uh, jangan ke sini lagi! Banyak pewarnanya. Terus coba di lesehan agak jauh dikit, "Beh! pengawetnya, Men!!!". Baru di warung Bakso ini dia bilang, "Enak, Mas!". Emang ada warung Bakso lain sih, yang sama-sama enak. Namun kurang nyaman pada pertimbangan ketiga.Pertimbangan terakhir. Sedikit saja. 1 porsi gak sampai goceng! Hm... emang maeman murah, kan dari awal aku udah ngomong kalo ini untuk menengah ke bawah. Ya jangan dibandingin dengan highclass donk. Yang cuma ngemil bakso sa-uprit bisa sampe lima puluh ribuan. Hehe Kalo di sini jangan kuatir, semangkuk full dehhh. Pas buat anak kost. Jadi buat anak UI, kost di Tegal aja, yar deket ma warung bakso ini. Khan bisa hemat.

Poin kedua untuk koreksi lomba. Yah, lagi-lagi nih, Tukang kritik. Isi
tulisan mo kayak gimana? penekanan ke lokasi warung atau deskripsi makanan. Kalo ditekankan ke penjelasan titik lokasi. Yah, aku kalah lagi deh. Coz, malah ngelantur ke deskripsi makanan. Yah, SDI kurang jelas di syarat lombanya si, hehehe Coba kasih masukan sedikit buat
1. Waktu aku buka link "choose a district" di bawah label jawa tengah, kenapa muncul seperti gambar ini. Kayaknya SDI udah mulai berumur kan? Eni aja udah even kedua. Mungkin lebih sering update akan lebih terlihat kompeten webnya. Jangan kalah sama Google Earth, dia masih update 1 tahunan sekali loh.2. Bisa gak, kalo tampilan widget yang wajib dipasang sebagai persyaratan event ini memiliki banyak pilihan lagi? Seperti ada border tambahan untuk memperindah widget. Atau pemilihan rounded (sudut berupa lengkungan) menghaluskan kesan kaku widget.
3. Sekali lagi, maaf merepotkan. Bisa gak kalo legenda pada widget diperlengkap. Widget yang sudah ada sepertinya cuma kotak peta, terus tulian Streetdirectory di pojok kiri bawah dan arah mata angin di pojok kanan bawah. Dirasa ada yang kurang. Judul Map tidak dimunculkan. Orang mungkin akan bertanya, "Ini peta untuk menunjukkan apa?" Ke depan aku berencana menampilkan lokasi rumah menggunakan Streetdirectory pada kolom site infoku. Bukan apa-apa, tampilan widgetnya cukup keren. Bisa dizoom, jadi terlihat lebih detail. Jadi bukan cuma untuk event artikel ini.
Ah, sudahlah sekedar kritik dan permintaan saja. Jangan dibikin mumet ya, Pak-Bu SDI. Sekali lagi Maap kalo masukan agak kurang berkenan. Selebihnya aku ingatin lagi. Om dan Bibi SDI itu si Naga suruh kirim hadiah ke rumahku ya, ikuti peta di bawah ini. Hehehehe....



Halah, baru berkeliling sebentar mengantar calon beli seserahan malah migrenku kumat. Mengaku saja daripada semaput di tengah NICO, 'ngisin-isini'. Dia juga bakal panik ditambah tubuhnya yang seuprit, mungil begitu dipaksa mapah badan segede begini. Ah, bakal susah kalau mikir akan serumit itu. Sekali lagi. Mending ngaku, "Nok, Mas mumet separo..."
Tetangga sebelahku membeli radio! Hanya bekasan. Boksnya saja sudah banyak selotip. Malah skrupnya pada hilang. Aku tahu dengan merabanya. Kalian tahu, kan? Kalau aku itu buta. Alhamdulillah sudah ikut merasakan radio itu seperti apa.
Cerita perceraian selalu saja menimbulkan efek yang mungkin baru bisa kita rasakan dengan jelas setelah lama berlalu. Hmm... terutama pengaruhnya dalam tumbuh kembang anak. Kedengarannya miris. Tapi itulah yang terjadi. Kapan ya, orang bisa mulai belajar untuk menghilangkan satu jalan "terbaik" pemecahan masalah rumah tangga ini?
Di sana mungkin ada api





