Senin, April 13, 2009
22
Apa sih itu? Bagaimana melakukannya? Sepertinya sulit. Belakangan baru aku ketahui sebab kejengkelanku. Kejujuran itu untuk apa sih? Aku kadang berperan sebagai tempat curhat anak-anak kost di rumah. Syaratku cukup menarik di sini. Aku mau dicurhati jika mereka benar-benar jujur terhadap masalahnya. Yah, minimal kalau curhat masalah teman, gak perlu sebut nama tapi pakai sistem perumpamaan saja.

Aku bersedia membantu jika aku mampu. Nah ini loh yang jadi masalah. Ntah benar apa tidak, aku sendiri tak tahu. Seringnya ingin masalah itu tuntas. Kadang malah agak gusar kalau si curhator lelet sikapi perkembangan kasus yang terjadi. Terus hubungannya dengan jujur bagaimana? Jangan sampai salah ambil solusi hanya karena pencurhat tidak terbuka keluarkan masalah yang menimpanya. Harus jujur. Ibarat pengacara, info sekecil apapun sangat berguna untuk menyelesaikan suatu kasus. Hal itu aku terapkan.

Tapi yang selalu terjadi. Kurang jujur. Mengurangi informasi yang menyudutkan diri menjadi kurang terbuka. Keegoisan bahwa diri sendiri yang paling benar menjadi kendala. Perkembangan selanjutnya menjadi sungkan untuk bersama denganku atasi masalah mereka. Aku benar-benar memposisikan diriku di tengah-tengah. Jika dia (yang curhat) salah, ya aku tegur.

Perkembangan yang nyeseg di hati. Bantuan jadi nggantung. Anehnya, yang seharusnya bukan masalahku jadi pikiranku. Gimana dia, apa bisa atasi? Jangan-jangan malah tambah parah. Ah, Aku belum bisa klasifikasikan, belum bisa milah-milah yang begitu-begitu. Yang ada malah merusak suasana hati. Aku ingin bisa.

Alhamdulillah untuk selanjutnya aku bisa lebih tegas lagi. Jadi gak terperangkap situasi seperti itu. Jujur. Menjadi sulit dilakukan karena bisa membuka kekurangan diri. Bisa menyebabkan orang lain sengsara. Misalnya, melihat teman mencuri, jadi tak mau bersaksi. Mengesampingkan kelebihan jujur. Orang sangat pemilih yang harus jujur diungkap atau yang disimpan saja. Terlepas itu aib atau bukan sebatas mereka bisa mengatasinya sendiri, sah-sah saja. Tapi kalau sudah minta tolong terus masih saja kurang jujur. Apa tidak merugikan si penolongnya. Terlebih kalau muatan curhatannya itu adu domba atau fitnah. Wah gak tahu malu banget tu pencurhat.

Haha jujur. Kata aneh yang masuk dalam kamusku. Perlu pendalaman. Jika ini bisa sikapi dengan bijak, bisa menguntungkan nih. Sip! buka Mall dulu ah!

22 comments:

  1. Terimakasih sdh psg link sy di blogrollnya, kehormatan bg saya. Itulah pernyataan jujur yg bs saya berikan pagi ini. Jujurku, jujurmu, jujur siapapun, hnya kita sendiri yg tau. Yang paling penting adalah jujur kepada diri sendiri, dan selalu berudsaha hidup jujur,apa adanya, ikhlas, dan fair, karena dengan sikap itulah kita bs menikmati hidup ini dgn nyaman.

    BalasHapus
  2. Tanyakanlah pada hati nurani tentang jujur ini.

    BalasHapus
  3. Aku suka jujur kacang ijo
    aku juga suka jujur ayam
    tapi aku gak terlalu suka jujur bayi
    he..he

    BalasHapus
  4. jujur peduli dan profesional

    BalasHapus
  5. makasih udah follow blog saya..
    salam kenal yaa^^

    BalasHapus
  6. masalahnya, satu pihak minta ut dirahasiakan namun ternyata kita tahu rahasianya itu menyakiti teman kita tersayang. yah.... binun kan

    BalasHapus
  7. Kekekeke...jadi ceritanya lagi jujur jadi diary berjalan ya Vind....
    besok besok buka praktek konsultasi pencurhatan aja vind...
    Kan mayan tuh dapet income dr pd cuma jadi diary curhat cuma kaga dapet income, ya ga?
    Itung itung sambil mendayung dua tiga ketip terlampaui....

    BalasHapus
  8. aku sukanya jujur kacang stroberi,,hahahha

    BalasHapus
  9. Hmmm.... jujur? Seharusnya memang bgitu, cuma ada sebagian orang yg menganut paham : diam jauh lbh baik daripada jujur. :)

    BalasHapus
  10. emang susah yg namanya jujur itu tapi pasti bisa dilakukan he..he..

    BalasHapus
  11. kita tau seseorang ato diri kita sendiri berkata jujur berasal dari suara kecil kita, yaitu hati nurani kita....
    hati nurani kita selalu membawa kita ke dalam hal-hal kebaikan dan tidak menyesatkan kita...
    teteup berpikir positif...
    :)

    BalasHapus
  12. jujur itu memang sulit banget yap boss, tapi kalo udah dibiasakan pasti akan terasa mudah dan gampang,hmm pelajaran yang bagus

    BalasHapus
  13. Wah ni dia...
    Artikel cahaya hati... jujur emang susah

    BalasHapus
  14. Jujur pahlawanku
    *itu gugur, bit*

    BalasHapus
  15. ga suka di curhatin haha... titik

    BalasHapus
  16. Hmmm jadi ini cerita tentang curhator sama korbancurhator di dunia curhatisme..

    BalasHapus
  17. jujur...aku suka kejujuran

    BalasHapus
  18. walah mas.. aku juga pengen curhat ne...plus jujur ayam....http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/100.gif

    BalasHapus
  19. jujur?
    kata yang asing di jaman sekarang brooo

    BalasHapus
  20. wahhh,,,nice post bro...jujur ya ^^

    BalasHapus
  21. mmm, selalu ada pilihan kali ya mas, kalau menentukan sikap atau pilihan, kadang ada sesuatu yang dikorbankan :)

    BalasHapus

Alhamdulillah jadi juga satu artikel lagi. Buat yang penasaran pengen komeng. Jangan ke sini. Tapi kalau penasaran pengen komen, yuk mari...

 
//add jQuery library