Aku Rio. Pengemis tua buta yang dulu itu. Ini lagi beranjak dari rumah di sudut di ujung gang. Sekarang aku mau melewati gangnya. Gang itu s...
Untuk mencurahkan segala uneg-uneg yang muncul dari diri
Aku Rio. Pengemis tua buta yang dulu itu. Ini lagi beranjak dari rumah di sudut di ujung gang. Sekarang aku mau melewati gangnya. Gang itu s...
Andi sedih. Di depan memang tak terlihat. Tapi di balik ketegarannya itu, dia menyimpan penyesalan yang sangat dalam. Bukan apa-apa. Mungkin...
Aku stanbye di sebuah lembaga daerah. Tepatnya di Badan Kepegawaian Daerah. Agak panas di sini. Rimbun daunan kurang membantu. Yang menemani...
Pengemis itu hampir mirip denganku. Matanya buta separo menurut cerita dia saat ngobrol denganku. Butanya gara-gara kesabet pedang sewaktu...
Oh, sekarang terbalik. Untuk jalan belok kiri bagi pengendara bermotor itu jika tak ada rambu "Kiri Jalan Terus" , artinya harus m...
Belakangan aku ketahui rumahku itu kecil. Tempat tidur dan kamar mandi cukup lima langkah sedikit lebar. Tidak ada ruang untuk tamu apalagi ...
Aku biasa bangun pagi-pagi. Walaupun ku tak tahu yang kumaksud pagi itu seperti apa. Yang penting, dulu ibu mengajariku waktu pagi itu waktu...
Hmm... penat sekali di atas bus ini. Padahal aku baru saja mandi. Walau tumben pacarku sekali ini lupa menaburkan pewangi di sudut baju di s...